4 Alasan Mengapa Wanita Wajib Mengonsumsi Serat

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

WANITA DIREKOMENDASIKAN mengonsumsi sekitar 14 gram serat pangan untuk tiap 1.000 kalori yang masuk ke tubuhnya. Karena kebutuhan kalori rata-rata wanita dewasa adalah 1.883 kalori tiap hari, tiap hari diperlukan sekitar 26 gram serat pangan atau lebih yang harus masuk ke tubuh. Tetapi mengapa wanita memerlukan serat dan wajib mengonsumsinya? Empat hal yang ada berikut ini akan membantu Anda untuk memahaminya.
#1 MEMELIHARA BERAT BADAN IDEAL
Sebagian besar dari Anda mungkin menyimpulkan seperti ini: Penambahan berat badan terjadi karena lebih banyak kalori yang masuk ke tubuh ketimbang yang dibakar. Sejumlah penelitian terbaru menemukan, permasalahannya ternyata lebih kompleks ketimbang kesimpulan itu. Salah satu penemuan menunjukkan, keseimbangan bakteri di lambung bisa memainkan peran penting bagaimana tubuh mengelola kalori.
Di lambung yang sehat, Anda memiliki lebih banyak bakteri sehat ketimbang yang buruk, yang membantu tubuh mencerna makanan sebagaimana mestinya. Tetapi karena sejumlah faktor, termasuk penyakit, antibiotik, usia, obesitas, dan lain sebagainya, keseimbangan tersebut bisa terganggu, yang membuat bakteri buruk lebih mengendalikan situasi.
Wanita yang mengonsumsi serat pangan risiko penambahan berat badan lebih rendah 49 persen. Dalam sebuah studi pada hewan, peneliti mencurigai inflamasi ringan di lambung yang disebabkan ketidakseimbangan bakteri bisa mengarah ke penambahan berat badan. Para peneliti kemudian melakukan pengujian dampak pemanfaatan serat (dalam jumlah yang bervariasi) dan bagaimana efeknya terhadap akumulasi lemak serta penambahan berat badan.
Mereka menemukan, tikus percoban yang makanannya melibatkan serat larut memiliki sistem pencernaan yang lebih baik ketimbang yang tidak mengonsumsinya. Fakta lain yang ditemukan, mereka yang kekurangan serat dalam dietnya memiliki usus yang lebih pendek dengan dinding yang tipis. Para peneliti meyakini, peningkatan di lambung disebabkan serat yang mengubah keseimbangan bakteri.
Hal yang menggembirakan adalah, memasukkan serat larut dalam diet tikus percobaan membantu meremajakan lambung dan memulihkan dinding usus. Pada tikus percobaan yang lemak yang tinggi dalam dietnya, mengganti serat tak larut ke serat larut bisa melindungi mereka dari penumpukkan lemak.
Studi lain di 2015 (terhadap manusia) pada 240 orang berisiko tipe 2 melaporkan, mereka yang meningkatkan konsumsi serat hingga 30 gram tiap hari memangkas berat badannya 2,8 kilogram setelah satu tahun. Mereka juga menunjukkan tekanan darah yang lebih rendah dan peningkatan resistensi insulin.Dalam sebuah studi 2003 terhadap wanita usia pertengahan yang mengalami obesitas ditemukan, wanita yang mengonsumsi lebih banyak gandum, yang kaya serat, berat badannya lebih rendah ketimbang yang tidak mengonsumsinya. Selama 12 tahun, mereka yang meningkatkan pasokan serat ke tubuh, penambahan berat badannya 1,52 kilogram lebih rendah ketimbang mereka yang hanya sedikit mengonsumsi serat. Wanita yang mengonsumsi serat pangan terbanyak memiliki risiko penambahan berat badan 49 persen lebih rendah.
#2 MENANGKAL OSTEOPOROSIS
Saat wanita bertambah usia, mereka memiliki risiko osteoporosis dan tulang retak atau patah lebih tinggi. Setelah menopause, wanita memroduksi hormon estrogen lebih sedikit. Normalnya, hormon ini memromosikan aktivitas sel yang memroduksi tulang. Ketika kadar hormon ini menurun, lebih sedikit tulang yang diproduksi, yang meningkatkan risk of osteoporosis. Ini adalah kondisi yang menempatkan tulang dalam kondisi lemah dan rapuh.Wanita dengan usia di atas 50 tahun berisiko mengalami osteoporosis empat kali lipat lebih besar ketimbang pria, dan sejumlah penelitian menunjukkan, pemulihan akan sangat sulit berlangsung.
Anda mungkin paham, pasokan kalsium yang memadai terutama saat masih muda membantu membangun tulang yang kuat. Namun setelah usia 35 tahun tulang mulai break down, yang menyebabkan merosotnya massa merosot hingga Anda mengambil langkah untuk menanggulanginya.
Satu hal yang harus dipastikan adalah membuat tubuh mendapatkan pasokan kalsium yang memadai, yang membangun pembentukkan tulang. Namun studi juga menunjukkan, tubuh tanpa pasokan serat yang memadai akan kesulitan menyerap kalsium.Dalam sebuah studi pada tahun 2000, sebagai contoh, penyerapan kalsium oleh tubuh dikaitkan dengan konsumsi serat pangan. Wanita dengan rasio lemak ke serat pangan rendah, tingkat penyerapan kalsium oleh tubuhnya 19 persen lebih rendan ketimbang wanita yang mengonsumsi dengan tingkat rasio tinggi. Penelitian terbaru pada 2016 juga melaporkan, melakukan suplementasi serat pangan ke tubuh pada masa remaja dan post-menopause membantu membangun dan mempertahankan kalsium pada tulang.
#3 BANTU URUSAN PERUT WANITA
Tahukah Anda jika wanita, secara umum, mengalami sembelit lebih sering ketimbang pria. Selain itu, wanita lebih mudah mengalami irritable bowel syndrome (IBS). Diet tinggi serat kerap diresepkan sebagai perawatan untuk sembelit. Para ilmuwan telah menemukan, penambahan tingkat konsumsi serat pangan secara bertahap membantu meredakan sembelit dan gejala lain yang sejenis.
Selain itu, wanita yang ingin menghindari kanker usus sebaiknya mengonsumsi serat pangan lebih banyak. Sebuah studi pada 2003 terhadap 500 ribu partisipan menemukan, mereka yang banyak mengonsumsi serat pangan risiko mengalami kanker usus lebih rendah 40 persen ketimbang mereka yang hanya mengonsumsi sedikit serat pangan.
#4 KURANGI RISIKO PENYAKIT JANTUNG
Penyakit jantung adalah salah satu pembunuh wanita tertinggi dengan satu kasus tiap 80 detik. Diperkirakan sekitar 44 juta wanita di Amerika Serikat dipengaruhi hal ini, dengan 90 persen di antara mereka memiliki satu atau lebih risiko penyakit jantung atau stroke.
Sebelumnya Anda mungkin tidak berpikir jika serat bisa melakukan sesuatu yang menjaga kesehatan jantung. Sebuah studi pada 2013, sebagai contoh, para ilmuwan melaporkan, makin banyak konsumsi serat pangan dikaitkan dengan menurunnya risiko penyakit kardiovaskular dan jantung koroner. Studi di 2002 juga menemukan hal yang sama. Dan di 2008, diet tinggi serat tak hanya mengurangi risiko penyakit jantung koroner, tetapi juga mengurangi risiko kematian.Mengapa serat membantu mencegah penyakit jantung? Para ilmuwan meyakini karena serat bisa menurunkan kolesterol, memelihara kadar gula darah, mengurangi inflamasi internal, dan membantu wanita memelihara berat badan. Semua faktor tersebut membantu menjaga sistem kardiovaskular yang sehat.

More to explorer

Seni dan ilmu pertumbuhan otot

Seni dan ilmu pertumbuhan otot

PERTUMBUHAN OTOT. Jika kamu ingin mengetahui tentang proses pembentukan otot, artikel ini sangat pas buat GOFITers. Saya akan menjelaskan mengenai pembentukan otot

Manfaat Suplemen Nitrit Oksida Untuk Kekuatan

Manfaat Suplemen Nitrit Oksida Untuk Kekuatan

NITRIC OXIDE. Nitric oxide adalah bahan pelengkap bodybuilder. Apakah prekursor nitrat oksida benar-benar meningkatkan kekuatan atau kinerja hipertrofi? Apabila GOFITers pernah menggunakan

Cara menentukan kalori pada tubuh yang tepat

Cara menentukan kalori pada tubuh yang tepat

KALORI TUBUH. Apabile belum pernah mendengar istilah pemeliharaan kalori, berikut definisi sederhananya: jumlah total kalori yang diperlukan setiap hari untuk mempertahankan berat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *