4 Alasan Mengapa Anda Perlu Memantau Detak Jantung

INI MUNGKIN FAKTA yang biasanya terjadi: Kita beranggapan jika lebih keren dari kondisi kita yang sebenarnya. Kita beranggapan lebih cerdas dari diri kita yang sebenarnya. Dan mungkin juga ini, kita beranggapan lebih bugar dari keadaan kita yang sebenarnya.
Di sinilah peran perangkat pemantau detak jantung bisa masuk. Sebagai sebuah perangkat, alat pemantau detak jantung yang wearable ini tidak pernah berbohong. Mereka selalu jujur. Alat ini bisa membantu Anda mengukur perubahan aliran darah, memasok data melalui algoritma tertentu, dan memberikan informasi tentang detak jantung Anda setiap waktu.
Rata-rata produk pemantau detak jantung mengukur beragam sistem secara simultan: Fungsi sistem paru-paru, fungsi kardiovaskular (jantung, darah, dan arteri), dan kemampuan otot mengonsumsi oksigen. Semua ini adalah indikator penting jika menyangkut upaya untuk mengoptimalkan kebugaran Anda.
Masih berpikir Anda adalah orang yang bugar? Ketika Anda bisa mengetahui detak jantung istirahat, di situ tingkat kebugaran Anda berada. Rata-rata orang dewasa memiliki detak jantung istirahat di angka 50-90 detak tiap menit. Makin rendah angkanya, makin bugar seseorang.
Hingga saat ini, detak jantung adalah alat pengukur terbaik intensitas latihan. Berikut empat alasan mengapa Anda harus menggunakan alat pemantau detak jantung untuk rezim latihan yang Anda jalani.
#1 Mengetahui Tingkat Kebugaran Anda
Selain mengukur detak jantung istirahat dengan akurat sebuah indikator yang bagus untuk mengukur kebugaran kardiovaskular; di mana atlet-atlet olahraga ketahanan biasanya memiliki angka di kisaran 35-50 tiap menit alat pemantau detak jantung yang bekerja simultan akan memudahkan Anda melihat di zona detak jantung yang mana Anda melakukan aktivitas fisik, berapa lama Anda bisa mempertahankannya, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan detak jantung untuk kembali ke angka normal setelah berlatih.Jika Anda berlatih untuk tujuan tertentu atau tantangan dengan memantau detak jantung selama berlatih dan melakukannya di zona yang menjadi target, Anda bisa mengukur dan melihat perkembangan yang terjadi dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, berapa lama Anda bisa berlatih di zona puncak sebelum selesai (di 85 persen atau lebih detak jantung maksimal Anda), dan seberapa cepat Anda harus bergerak sebelum mencapai zona puncak.
#2 Anda Bakal Ingin Berlatih Lebih Keras
Ketika Anda bisa melihat seberapa keras upaya yang Anda lakukan di alat pemantau detak jantung, tidak akan ada alasan lagi untuk membantahnya. Anda mungkin mengira telah berlatih dengan keras, namun hanya sedikit orang yang memahami arti latihan keras yang sebenarnya, ujar pakar latihan detak jantung Greg Whyte. Pendek kata, menyakitkan.Pengukuran hal-hal seperti kecepatan dan tenaga bisa dipengaruhi beberapa faktor, seperti cuaca. Tetapi asal Anda tahu, detak jantung adalah alat ukur yang konsisten. Jadi… ketika Anda membandingkan latihan yang baik dengan sesi yang lainnya, tidak ada data yang disembunyikan. Jika Anda ingin mendorong diri melakukan upaya lebih keras ke puncak zona untuk lebih lama dan makin lama tiap minggu, Anda melihat perkembangan yang signifikan ketimbang ratusa sesi latihan yang berintensitas datar.
#3 Mengukur Peningkatan Hasil Latihan
Data tidak pernah berbohong. Jika Anda kerap bolos latihan, mengonsumsi junk food, dan kurang istirahat, hal-hal seperti ini akan berdampak buruk pada detak jantung istirahat. Melihat angka detak jantung istirahat yang meningkat mungkin bisa menjadi motivator Anda untuk berlatih rutin kembali. Pastikan berolahraga secara rutin empat kali tiap minggu dan bekerja keras. Dijamin, Anda akan melihat detak jantung istirahat Anda pergi ke arah yang benar. Siapkan diri Anda membangun hubungan benci dan cinta dengan grafik di alat pemantau detak jantung Anda.
#4 Memandu Kecepatan Anda dengan Tepat
Meningkatkan kemampuan sebagai atlet adalah soal variasi. Anda perlu mengombinasikan zona detak jantung ketika berlatih, seperti halnya Anda mengombinasikan jarak tempuh, tipe latihan, dan kecepatan. Hanya sedikit orang yang bisa mengetahui secara akurat seberapa keras tubuh mereka bekerja ketika berlari. Alat pemantau detak jantung bisa mengarahkan Anda pada zona detak jantung tertentu, kemudian bekerja di dalamnya, dan berusaha lebih keras lagi ketika Anda menginginkannya.Sebagai contoh, ketika Anda berlatih meningkatkan kecepatan untuk lomba lari 10K atau half-marathon, Anda bisa mengombinasikan rancangan latihan dan intensitas detak jantung, yang bertujuan meningkatkan kecepatan berlari sembari menjaga detak jantung tetap berada di zona yang bisa Anda pertahankan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *