4 Cara Sempurnakan Postur Berlari Anda

KAMI YAKIN, tiap kali Anda berlari pasti muncul keinginan untuk selalu memperbaiki teknik maupun kemampuan mengayunkan kaki. Ini adalah hal yang wajar. Bagaimana caranya? Bisa dimulai dari empat cara sederhana yang ada dalam artikel ini — yang fokus pada bagaimana menyempurnakan postur berlari Anda. Empat cara yang ada berikut ini akan membantu Anda berlari lebih efisien, aman, dan menyenangkan.
#1 Tubuh Tegak
Konsep ini sederhana: Berlari tegak dan jaga keseimbangan semaksimal mungkin. Dan ini dimulai dari pinggul: Tarik pantat ke dalam, putar pinggul ke belakang, luruskan tulang belakang, dan busungkan dada. Bahu sebaiknya ditarik ke belakang dan sedikit turun. Posisi kepala mengikuti alur yang dibentuk tulang belakang. Angkat tubuh Anda ke atas dan dorong ke depan dalam waktu bersamaan.
#2 Pastikan Siku Bergerak ke Belakang
Terapis fisik Abby Douek menyarankan para pelari untuk menyentuh pinggang tiap ayunan kaki yang dilakukan. Tindakan ini memastikan lengan bergerak ke belakang dan dan membuka di belakang tubuh. Itu juga menjadi sinyal bagi kaki untuk bergerak ke belakang kunci yang bisa Anda manfaatkan nanti saat berlari atau mengikuti lomba lari, ketika Anda cenderung kehilangan tenaga. Mengarahkan siku ke belakang juga memindahkan ke atas dan depan sehingga telapak kaki Anda mendarat lebih dekat di bawah tubuh Anda dan dorong ke belakang untuk melontarkan tubuh Anda ke depan.
Posisi lengan seperti ini juga membantu memastikan gerakan ke depan dan ke belakang yang seharusnya. Jika lengan Anda hanya berada di depan tubuh, mereka cenderung mengayun secara menyilang. Gerakan ini akan membuang energi yang Anda kerahkan ke samping.
#3 Mendarat Lembut dan Tenang
Saran ini diperkokoh oleh penelitian ilmiah, Sebuah studi dari University of Delaware pada 2011 tentang Motion Analysis Laboratory melaporkan, para pelari yang mendarat lebih lembut serta minim suara di permukaan lintasan bisa mengurangi dampak benturan yang terjadinya. Artinya, stres pada tulang, persendian, dan otot yang terjadi lebih kecil. Setelah delapan sesi latihan, subyek mempertahankan perubahan ini setidaknya selama satu bulan.
Beberapa pelatih lain mengonfirmasikan, para pelari bisa mengayunkan kaki lebih lembut dengan mencoba membuat suara sesedikit mungkin saat mendarat. Pelatih Bobby McGee mengatakan, Hindari pengerahan tenaga yang berlebihan saat mendarat. Pikirkan ketika berlari di atas lapisan es tipis. Makin sedikit suara yang dikeluarkan saat mendarat, seorang pelari cenderung lebih efisien dalam bergerak.
#4 Lakukan Striding 10 Detik
Awalnya mungkin terlihat tidak masuk akal. Tetapi ketika Anda merasa lelah, tidak ada kesempatan untuk memperlambat kecepatan. Douek mengatakan, pelari jarak jauh berpikir mereka perlu melakukan hal tersebut untuk menambah jarak tempuh berlari. Tetapi, saran Douek, sebaiknya para pelari jarak jauh meningkatkan kecepatan berlari selama 10 detik tiap 5-7 menit ketika rasa lelah mulai terasa. Anda tidak perlu melakukan sprint cukup sedikit tingkatkan cadence dan kecepatan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *