Pentingnya Banyak Minum Saat Diare

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn
minum

DIARE adalah salah satu gejala penyakit yang sering dikeluhkan oleh banyak orang. Bisa terjadi pada orang dewasa, maupun anak-anak. Keluhan diare bisa dari yang ringan bahkan hingga yang dapat mengancam jiwa.
Menurut World Health Organization (WHO), diare adalah keadaan di mana buang air besar dengan konsistensi cair (mencret) dengan frekuensi sebanyak 3 kali atau lebih dalam waktu 1 hari atau 24 jam.
Diperkirakan penyakit dengan gejala diare di seluruh dunia, kasusnya bisa mencapai 2 juta per tahun, di mana 1,9 juta merupakan anak kecil di bawah usia 5 tahun. Diare umumnya dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, dan parasit. Selain itu, diare juga bisa disebabkan oleh penyakit usus tertentu (inflammatory bowel disease atau irritable bowel syndrome), reaksi terhadap obat, dan intoleransi terhadap makanan.
Gejala yang biasanya menyertai diare, terdiri dari kram perut, nyeri perut, demam, buang air besar berdarah, buang air besar berlendir, penurunan berat badan, perut kembung, mual, dan mulas.
Sangat lah penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh saat Anda diare. Cara yang paling mudah adalah dengan banyak minum cairan. Orang yang sedang diare diharuskan minum setidaknya 1,7 liter cairan per 24 jam atau kurang lebih setara dengan 7 gelas air berukuran 240 mL.
Menurut WHO, meminum air yang dicampur garam dan gula efektif dalam mengatasi lebih dari 90% kasus diare yang tidak parah. Larutan tersebut dianggap dapat diserap oleh usus untuk menggantikan kehilangan cairan dan elektrolit yang terjadi saat diare.
Pada saat diare dapat menimbulkan komplikasi pada penderitanya seperti kekurangan cairan (dehidrasi) dan kekurangan elektrolit. Hal ini bisa terjadi saat diare karena fungsi usus terganggu sehingga ketika cairan yang didapat dari asupan makanan dan minuman melewati saluran usus, tidak bisa diserap oleh usus dengan baik. Bila asupan cairan lebih sedikit dibandingkan cairan yang keluar saat diare, hal tersebut dapat menyebabkan dehidrasi.
Dehidrasi dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan volume cairan dalam tubuh. Ketika tubuh tidak dapat melakukan kompensasi terhadap hal ini, maka tekanan darah ikut turun drastis. Penurunan ini mengganggu pasokan oksigen ke sel-sel tubuh sehingga kerja organ vital pun ikut terganggu. Bila kondisi tersebut tidak diatasi segera, pada akhirnya dapat menyebabkan beberapa masalah terdiri dari gangguan keseimbangan elektrolit, kejang, gagal ginjal, penurunan kesadaran, hingga kematian.
Sebelum terjadi, sebaiknya Anda mengenali beberapa tanda dari dehidrasi. Tanda dehidrasi pada orang dewasa dan bayi atau anak bisa sedikit berbeda. Berikut beberapa tandanya:
Dewasa
• Rasa haus berlebihan
• Bibir dan kulit kering
• Volume urin sedikit atau tidak ada sama sekali
• Urin berwarna gelap
• Kelemahan
• Pusing
Bayi dan Anak
• Tidak ada urin di popok dalam 3 jam atau lebih
• Bibir dan lidah kering
• Demam > 39 derajat C
• Mengantuk atau kurang responsif
• Rewel
• Mata, pipi, atau perut terlihat cekung dari biasanya
Jangan sampai tanda-tanda di atas terjadi pada diri Anda atau pun kerabat tersayang. Oleh karena itu, jangan anggap sepele bila Anda mengalami diare karena hal yang mengancam jiwa pun bisa terjadi begitu saja. Penuhilah kebutuhan cairan Anda saat diare, karena cairan mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kesehatan organ-organ tubuh Anda.

Oleh: dr. Andika Widyatama
@brawijayahealthcare
www.brawijayahealthcare.com

EVENT

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *