6 Kondisi yang Mengharuskan Anda Mengonsumsi Lebih Banyak Garam

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn

YA, MEMANG HAL YANG BAIK mengawasi jumlah sodium (atau garam) yang masuk ke tubuh, Tetapi dalam sejumlah skenario tertentu, hal tersebut bisa diabaikan. Sebagian besar orang mengonsumsi sodium dalam jumlah yang memadai, bahkan mungkin lebih dari angka yang direkomendasikan 2.400 miligram tiap hari, ujar Dr Joy Dubost, seorang ilmuwan tentang makanan dan ahli nutrisi.
Sebagian besar diet orang dipenuhi dengan garam. Jadi… ketika Anda mengonsumsi apapun menirukan program yang diterapkan orang Barat berupa tiga kali makan besar dan satu porsi cemilan, Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkan kadar garam di tubuh.
Dubost mengatakan, jika ada skenario yang ada di dalam daftar artikel ini, atau jika Anda mempertimbangkan meningkatkan konsumsi garam untuk suatu alasan, luangkan 1-2 minggu melacak asupan sodium ke tubuh Anda. Apps seperti MyFitnessPal bisa membantu Anda melakukannya. Selain itu, perhatikan dengan cermat soal porsi saji dan label nutrisi. Dan yang paling penting, konsultasikan dengan dokter sebelum Anda terlalu sibuk dengan salt shaker.
Dan skenario-skenario yang memberikan Anda sedikit kebebasan untuk mengonsumsi lebih banyak garam adalah sebagai berikut:
#1 Anda berlatih atau berlari marathon atau melakukan olahraga ketahanan lainnya.
Atlet atau orang yang melakukan latihan intensif dalam durasi panjang satu jam atau lebih mungkin butuh peningkatan asupan sodium, ujar Dubost. Hyponatremia bisa terjadi, di mana menurunnya kadar sodium dalam darah akan menyebabkan pusing, gelisah, lemah, dan bahkan kematian, ujar Dubost. Dan meski jarang terjadi, hyponatremia bisa terjadi saat mereka yang mengeluarkan keringat dengan deras memasok tubuh dengan banyak cairan untuk melakukan rehidrasi, namun tidak menggantikan garam yang menghilang dari tubuh. Jika Anda melakukan aktivitas fisik yang berat, mengeluarkan keringat secara berlebihan, atau melakukan olahraga ketahanan, dan kemudian merasakan gejala-gejala yang disebutkan dubost di atas, mengonsumsi cemilan dengan kadar garam tinggi akan membantu tubuh Anda memulihkan diri
#2 Anda di daerah bercuaca panas, namun lembab.
Sekali lagi, keringat yang keluar secara berlebihan akan menyebabkan penurunan kadar sodium, ujar Dubost. Seperti halnya aktivitas fisik yang berat, keringat yang keluar secara berlebihan bisa mengarah ke hyponatremia. Jika kondisi cuaca membuat Anda mengucurkan keringat dengan deras, dan Anda merasakan sakit kepala atau rasa haus yang ekstrim, taburkan garam di makanan apapun yang Anda konsumsi. Cara ini mungkin meredakan gejala yang Anda alami.
#3 Anda memiliki kondisi medis ini.
Salt-losing nephropathy adalah bentuk penyakit ginjal yang membuat tubuh kesulitan menjaga kadar sodium yang memadai, ujar Dr Lawrence Appel, seorang juru bicara American Heart Association dan profesor kedokteran di Johns Hopkins University Medical Institutions. Orang dengan kondisi ini kehilangan sodium melalui urin, dan perlu dengan sadar menjaga kadar garam di tubuhnya tetap tinggi, ujar Appel. Jika mereka tidak melakukannya, ujungnya bisa mengarah ke hyponatremia yang menyebabkan gejala seperti pusing, sakit kepala, lemah, atau kelelahan. Hubungi dokter dan biarkan mereka memeriksanya untuk mengetahui apa yang terjadi.
#4 Anda mengonsumsi obat-obatan yang bersifat diuretik.
Sejumlah obat-obatan khususnya yang bersifat diuretik bisa menyebabkan ketidakseimbangan mineral dalam tubuh dengan meningkatkan produksi urin, ujar Dubost. Memang benar jika obat-obatan yang bersifat diuretik sering diresepkan untuk mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, dan juga benar jika terlalu banyak garam berisiko tinggi bagi mereka yang memiliki tekanan dara tinggi, namun selalu ada saat bagi seseorang yang menenggak obat-obatan bersifat diuretik mengonsumsi garam ekstra untuk membantu keseimbangan mineral di tubuhnya.
#5 Anda berusia lanjut, dan pikiran sedang kacau.
Menurut sebuah studi yang dipublikasikan awal tahun ini di Journal of Nutrition, Health, and Aging, orang usia lanjut khususnya yang berumur di atas 80 tahun mungkin merasakan peningkatan kemampuan otak dengan mendongkrak konsumsi garam. Peneliti menemukan, jika dibandingkan dengan orang usia lanjut dengan diet rendah garam, mereka yang mengonsumsi garam dalam jumlah sedang memiliki performa lebih baik dalam sejumlah tes fungsi otak. Namun harus diingat, ini baru studi awal. Artinya, meski ada kemungkinan garam ekstra mungkin memiliki manfat bagi otak, jangan terlalu urakan mengonsumsinya sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter.
#6 Anda mengalami sindrom yang jarang ini.
Sebuah kondisi yang dikenal secara umum dengan nama Bartter syndrome bisa berdampak pada kemampuan ginjal untuk memroses garam yang Anda konsumsi. Pada dasarnya, garam akan dikeluarkan melalui urin, dan tidak cukup banyak yang diserap oleh tubuh, ujar Appel. Kondisi ini jarang terjadi, dan biasanya muncul dari ketidaknormalan genetika. Gejala dari sindrom ini termasuk apapun dari muntah dan rasa haus yang berlebihan hingga hingga keinginan untuk terus mengonsumsi garam. Sekali lagi, Anda berlu berkonsultasi dengan dokter sebelum meningkatkan konsumsi garam.

EVENT

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *