6 Alasan Mengapa Air Kencing Anda Beraroma Menyengat

Facebook
Google+
Twitter
LinkedIn

KETIKA ANDA KENCING, dan melihat air seni yang keluar berwarna kuning jernih, Anda bisa tenang. Itu tandanya urin Anda sehat dan tubuh Anda mendapatkan pasokan cairan yang memadai. Tetapi bagaimana aromanya? Kemungkinannya adalah, Anda mungkin tidak pernah memikirkannya sama sekali. Hingga sesuatu yang mencurigakan terjadi.Air kencing Anda, secara umum, mungkin sedikit memiliki aroma seperti amonia. Tetapi ada sejumlah hal yang menyebabkan air kencing berbau tidak sedap. Cari tahu apa yang ada di balik aroma air kencing, dan apakah Anda perlu mengkhawatirkannya.
#1 ANDA DEHIDRASI
Kurang minum H2O, selain membuat air seni Anda berwarna sangat kuning, juga menyebabkannya mengeluarkan aroma tidak sedap. Ketika tubuh Anda memecah protein, senyawa yang kurang berwarna yang disebut urea akan terbentuk, dan akan dikeluarkan melalui air seni, ujar ahli urologi Mehran Movassaghi, M.D., dari Movassaghi Urology di Santa Monica, California.Air akan melarutkan urea. Jadi… saat Anda kurang minum, air seni Anda akan mengandung lebih banyak konsentrat urea yang membuat urin berwara kuning gelap dan memberikan aroma seperti amonia. Jika pasokan cairan ke tubuh Anda memadai, air seni Anda berwarna lebih jernih dan nyaris tidak berbau.
#2 ANDA MENGONSUMSI SESUATU YANG BERBEDA
Asparagus terkenal sebagai makanan yang membuat air kencing Anda beraroma sedikit berbeda dari biasanya. Tetapi siapapun yang mengonsumsi sayuran ini pasti menyadari perubahan aroma tersebut. Merujuk sebuah studi di BMJ, air kencing yang diproduksi orang-orang yang mengonsumsi asparagus, biasanya dideskripsikan memiliki bau sulphoric.Biang keroknya adalah senyawa sulfur yang ditemukan hanya di asparagus. Namun asparagus bukan hanya satu-satunya makanan penyebab perubahan aroma air kencing, ujar Dr. Movassaghi. Bawang putih yang juga mengandung sulfur dan diet tinggi protein juga bisa mengubah aroma air kencing.
#3 TERLALU BANYAK MINUM KOPI
Biji kopi mengandung sebuah senyawa yang disebut caffeol, yang dilepaskan selama roasting. Ini memberikan rasa dan aroma terhadap kopi yang Anda sesap. Namun senyawa ini tidak larut dalam air, yang artinya akan berada dalam sistem tubuh Anda hingga Anda mengeluarkannya. Jadi, jika Anda terlalu banyak menenggak kopi terutama jika Anda kurang mengimbanginya dengan air dan Anda sedikit dehidrasi caffeol akan lebih terkonsentrasi, ujar ahli urologi S. Adam Ramin, M.D. dari Urology Cancer Specialists di Los Angeles. Dan ini memberikan aroma seperti kopi pada air kencing Anda. Baunya makin memburuk jika Anda dehidrasi karena akan mengombinasikan aroma urea dan kopi.
#4 ANDA MENGIDAP INFEKSI SALURAN KENCING
Saat infeksi terjadi di bagian manapun yang berada di saluran kencing, bakteri bisa mengubah warna dan aroma air seni Anda, ujar Dr. Movassaghi. Biasanya, akan keluar bau seperti aroma amonia yang kuat. Dalam kasus infeksi saluran kencing, biasanya urin cenderung keruh atau mungkin membawa jejak-jejak darah. Dan karena infeksi biasanya disebabkan bakteri, antibiotik yang diberikan dokter bisa membereskannya, namun memberikan aroma tidak enak di air seni Anda.
#5 ANDA MULAI MENGONSUMSI SUPLEMEN ATAU OBAT-OBATAN
Sejumlah vitamin, obat-obatan, dan suplemen memiliki kandungan yang membuat air seni Anda berbau tidak sedap, demikian pula warna dan penampilannya. Siapapun yang mengonsumsi multivitamin terutama yang mengandung vitamin B air seninya akan berwarna kuning neon. Obat-obatan seperti antibiotik bisa juga menyebabkan urin berbau karena mengandung penicillin yang berasal dari jamur. Ini memberikan urin Anda aroma seperti jamur.
#6 PENYAKIT INFEKSI MENULAR SEKSUAL
Terdapat sejumlah infeksi menular seksual yang diketahui bisa menyebabkan urin berbau busuk, ujarDr. Movassaghi. Ini meliputi trichomoniasis, chlamydia, dan gonorrhea. Bau busuk ini muncul karena organisme yang bertanggung jawab terhadap penyakit ini memicu produksi amonia yang oleh tubuh coba dikeluarkan lewat sistem kemih.
#7 KAPAN SAATNYA MENGUNJUNGI DOKTER
Aroma air seni yang tidak terlalu kuat, tidak perlu membuat Anda melakukan kunjungan ke ahli urologi, kecuali jika kondisi ini bertahan dalam jangka waktu yang lama, ujar Dr. Ramin. Dan jika ini hadir dengan gejala lain seperti urin yang keruh atau membawa jejak-jejak darah ketika Anda kencing, atau juga demam maupun perasaan menggigil, Anda perlu segera membuat janji dengan ahli urologi. Bisa jadi ini kondisi serius infeksi saluran kencing atau batu ginjal yang perlu perhatian dokter.

EVENT

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *