Berlari Lebih Efektif Membakar Kalori Ketimbang Berjalan Kaki

SEBAGIAN ORANG PERCAYA jika berjalan lebih dari 1,62 kilometer dan berlari dengan jarak yang sama bisa membakar kalori dalam jumlah yang setara. Tetapi apakah faktanya memang seperti itu?

Ternyata jawabannya TIDAK. Faktanya, berlari mengeluarkan energi dua kali lipat ketimbang hanya sekadar berjalan kaki. Sebuah penelitian American Council of Exercise yang dirilis di jurnal Medicine and Science in Sports and Exercise melaporkan, seseorang dengan berat badan 63,5 kilogram membakar 13,2 kalori tiap menit saat berlari. Namun orang yang sama hanya akan membakar 7,6 kalori tiap menit jika ia berjalan kaki.

Ini yang terjadi pada tubuh ketika Anda berlari dan berjalan kaki: Aksi otot yang mendorong Anda dari poin A ke poin B membutuhkan kegunaan ATP, ujar Janet Hamilton, seorang fisiologis dan pelatih lari RunningStrong. Tubuh Anda hanya menyimpan ATP dalam jumlah terbatas (cukup untuk beberapa detik dalam aktivitas). Jadi, Anda perlu memperbarui simpanan ATP, dan hal tersebut dilakukan dengan proses metabolisme bahan bakar di tubuh Anda (glikogen dan lemak).

Proses produksi ATP dari glikogen dan lemak tergantung pada seberapa besar kebutuhan Anda dan seberapa cepat memerlukannya. Makin intensif aktivitas fisik yang dilakukan, makin besar bahan bakar yang Anda butuhkan. Dan karena berjalan kaki tidak begitu intensif ketimbang lari, maka jumlah ATP yang dibutuhkan tidak sama. Matematikanya seperti ini: Berlari selama 30 menit akan membuat tubuh membakar 396 kalori. Sementara berjalan kaki selama 30 menit hanya membakar 228 kalori.

Untuk memperkirakan jumlah energi ingat, energi setara dengan kalori yang digunakan tubuh saat melakukan aktivitas fisik (dan ketika beristirahat), para ilmuwan menggunakan sebuah unit ukur yang disebut metabolic equivalent for task (MET). Satu MET setara dengan kalori yang dibakar tubuh Anda ketika meringkuk di sofa sembari menonton TV. Sementara berjalan kaki, yang masuk kategori aktivitas fisik sedang, membuat tubuh menggunakan energi sebanyak 3-6 MET. Berlari yang diklasifikasikan sebagai aktivitas fisik berat, membuat tubuh Anda mengerahkan energi lebih dari 6 MET.

Berlari juga memiliki efek afterburn (atau kelebihan konsumsi oksigen pascaolahraga) yang lebih tinggi daripada berjalan kaki. Artinya, tubuh akan terus membakar kalori setelah Anda selesai berolahraga sampai tubuh Anda kembali ke keadaan istirahat normal. Penelitian yang diterbitkan dalam The Journal of Strength & Conditioning Research menemukan, afterburn pada pelari bisa berlangsung lima menit lebih lama ketimbang pejalan kaki.

Ini terjadi karena tubuh membutuhkan energi untuk memulihkan diri setelah melakukan aktivitas fisik. Makin tinggi intensitas dan volumenya, makin banyak kalori yang akan dibakar setelah latihan selesai, papar Lain Hunter, seorang profesor ilmu olahraga di Universitas Brigham Young. Saat berolahraga, Anda membakar beberapa bahan bakar yang tersimpan; mengisi ulang toko-toko itu membutuhkan energi. Tubuh Anda juga menggunakan energi untuk memperbaiki kerusakan jaringan akibat berolahraga. Plus, bersama dengan pengeluaran kalori, ada banyak manfaat lain dari latihan berintensitas yang lebih tinggi, seperti meningkatnya kepadatan tulang, terdongkraknya kekuatan dan daya tahan, serta kartilago yang lebih tangguh dan jaringan lain yang menurun seiring waktu, dan kesehatan psikologis.

Dari perspektif penurunan berat badan, berlari merupakan pemenangnya: Ketika peneliti membandingkan 32.000 pelari dari National Runners Health Study dengan 15.000 pejalan dari National Walkers Health Study setelah sekitar enam tahun, mereka menemukan, kalori yangdibakar melalui lari menyebabkan 90 persen penurunan berat badan lebih banyak ketimbang kalori yang dibakar melalui aktivitas jalan kaki.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *