Thursday, 21 September 2017

Apa Kabar Seks Setelah Umur 35 Tahun?

Spread the love

“Saat pasangan mendekati tahun-tahun pertengahan, tubuh mereka, gaya hidup, dan respons seksual berubah,” demikian pernyataan psikolog Sallie Schumacher. Faktanya, kehidupan seks seseorang berubah seiring bertambahnya usia. Bagaimana keadaan umum dari kehidupan seks setelah umur 35 tahun?

Tubuh ‘Berbenah’
Baik pria maupun wanita mengalami perubahan fisik, psikologis, dan hormonal. Ini adalah hal yang normal. Perubahan tersebut terjadi bertahap dan hampir tanpa disadari. Perubahan itu juga mencakup semua sistem tubuh, termasuk organ seks paling aktif, yakni otak.
“Pria dan wanita yang mengenali apa yang terjadi, baik dalam diri mereka maupun pasangannya, dapat melakukan penyesuaian,” kata Schumacher, seperti dikutip dari www.rd.com. Schumacher melanjutkan, “Dan, bahkan dapat memperbaiki kehidupan seks mereka.”

Baca Juga: 6 Cara Seks Tingkatkan Kesehatan Anda

Perubahan pada Wanita
Bagi wanita, beberapa perubahan tersebut disebabkan oleh menopause. Menopause terjadi saat hormon wanita menurun hingga berhenti haid. Rata-rata, menopause terjadi di awal usia 50-an. Prosesnya sering dimulai pada awal hingga pertengahan usia 40-an. Selama periode pramenopause ini, jaringan vagina seorang wanita bisa menjadi lebih tipis, lebih kering, dan lebih lambat melumasi. Dia mungkin kehilangan jaringan lemak pelindung di daerah kemaluan, sementara berat badan meningkat di area lain.
Hubungan intim mungkin kini terasa tidak nyaman, bahkan menyakitkan. Wanita yang tidak memahami perubahan fisik alami ini, mungkin mengeluh bahwa suaminya terlalu kasar dan menarik diri dari hubungan seks. Di pihak lain, suaminya mungkin keliru memahami bahwa istrinya telah kehilangan minat pada dirinya.

Baca Juga: Langkah Taktis Tangkal Menopause Dini

Pria juga Alami Perubahan
Pria juga mengalami perubahan hormon. Testosteron, yang mempengaruhi dorongan seks pria, mencapai puncaknya antara usia 20 dan 30 tahun. Secara bertahap, dorongan seks tersebut akan menurun. Membandingkan 77 pria menikah yang sehat berusia 45 sampai 74 tahun, Raul C. Schiavi dari Mount Sinai School of Medicine di New York City melaporkan bahwa ketertarikan, minat seksual, dan aktivitas menurun secara progresif seiring penurunan testosteron. Meski begitu, kepuasan seksual tidak ikut menurun. Selain itu, terutama akibat berkurangnya aliran darah, ereksi pria paruh baya tidak ‘sekuat’ saat ia masih muda.

Baca Juga: 5 Latihan Pendongkrak Performa Seksual

Penurunan minat seksual bagi pasangan di atas usia 30-an bisa juga dipengaruhi oleh kehadiran buah hati. Waktu, tenaga, dan perhatian orangtua pasti sebagian tercurahkan untuk merawat anak yang relatif masih kecil.
Meski begitu, tidak satu pun dari perubahan ini yang harus dikhawatirkan GOFITers. Perubahan ini kecil kemungkinan dapat mengganggu kehidupan seks secara menyeluruh. Berbagai cara bisa mengatasinya, misalnya mengubah posisi seks atau memakai pelumas saat bercinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *