Friday, 24 November 2017

Pria Lebih Sulit Mengatasi Stres

Spread the love

“Hal utamanya adalah mendekati masalah dengan pemahaman, pikiran terbuka, dan kasih sayang.” – Moore

TERDAPAT BEBERAPA ALASAN mengapa pria lebih sulit mengatasi stres. Ketahui tanda-tandanya dan cara mengatasinya. Berikut adalah keterangan yang telah kami rangkum dari Best Health.

Penyebab Stres pada Pria
Sebuah penelitian yang dilakukan Robert-Paul Juster – seorang peneliti di Pusat Studi tentang Stres Manusia di Montreal, mengkaji respons stres dari subyek wanita, melalui cara mengekspos penolakan sosial. Sedangkan pada pria, diberikan tugas yang sulit kemudian dilihat tingkat detak jantung dan tingkat frustrasi mereka yang meningkat.
Hal yang menjadi masalah utama pada pria adalah hal yang terjadi di tempat kerja. “Pria sering merasa harus mengungguli orang lain,” kata Wesley Moore, seorang psikoterapis di Ottawa. Ini bisa menjadi sumber tekanan yang sangat besar, terutama jika dirinyalah yang didapuk sebagai tulang punggung keluarga.
Hal lainnya yang dirasakan oleh pria dan membuatnya tertekan adalah disalahpahami oleh rekan kerja dan tidak mendapat pujian atas usaha atau perasaan mereka. Karier yang juga tidak mengalami peningkatan, dapat menjadi pemicu timbulnya stres.

Baca juga: Narsis dan Egois Itu Beda

Bagaimana Cara Menunjukkannya
Menurut Juster, wanita menyampaikan stres melalui perasaan kesal. Sementara itu, pada pria tidak terlihat bagaimana stres itu muncul, namun hormon stres mereka aktif dan benar-benar lebih tinggi daripada wanita. Biasanya masalah yang ada pada pria adalah seperti masalah gastrointestinal atau sakit kepala. Seorang pria mungkin tidak membicarakan apa yang sedang terjadi, tapi bisa jadi menjelaskannya lewat hal-hal yang dia anggap tidak berjalan baik — seperti marah saat mengemudi atau berteriak pada tayangan yang ada di televisi. Dalam situasi yang lebih mengerikan, kemarahan tersebut bisa berubah menjadi kekerasan. Menurut Moore, “Kemarahan adalah suatu emosi yang dapat diakses oleh banyak pria untuk membantu mereka mengatasi pikiran dan perasaan tidak nyaman.”

Dapatkah Kita Membantunya?
Menurut Moore, kebanyakan orang akan dengan mudah menyalahkan sesuatu saat merasa tertekan. Banyak masalah akibat stres di tempat kerja atau di rumah yang tidak dapat dipecahkan dengan mudah. Pria perlu bersabar dan berusaha mengubah persepsi mereka sendiri ketika tidak dapat mengubah situasi.
Kita dapat membantunya dengan cara mengajaknya bicara, namun Moore mengatakan, seorang pria mungkin memerlukan dorongan untuk mengungkapkan perasaannya, selain itu pria membutuhkan dorongan untuk menemukan pelepasan seperti melakukan hobinya. Sebuah studi tahun 2012 di University of Glasgow menemukan orang-orang yang berolahraga di luar rumah memiliki separuh risiko kesehatan mental dari mereka yang berdiam diri di dalam rumah. Maka beruntunglah para pria yang memiliki hobi olahraga, bukan?
Satu hal lain yang penting adalah, perhatikan saat kita mengajaknya berbicara. Moore mengatakan pendekatan terbaik adalah mengatakan hal-hal seperti, “Saya memerhatikan kalau Anda telah mengalami tekanan akhir-akhir ini. Apakah Anda ingin membicarakan sesuatu?” Jika stresnya semakin parah atau jika pria menunjukkan tanda-tanda depresi atau bahkan memiliki pikiran untuk bunuh diri, ajak ia agar mau berbicara dengan seorang profesional.
Anda dapat membantunya untuk menemukan terapis yang memiliki pengalaman yang bagus, dengan cara bertanya kepada dokter keluarga Anda atau meminta diam-diam kepada teman dan rekan kerja untuk merekomendasikan seseorang.

Baca Juga: Cara Mudah Merasa Bahagia

Jadi, pria akan mengalami kesulitan lebih besar saat mengatasi stres, karena pria pada umumnya memiliki kesulitan untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan. Rengkuhlah mereka dalam balutan kasih sayang dan kelembutan, untuk membantu menghilangkan tekanan yang dirasakannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *