Friday, 24 November 2017

Kipchoge Berambisi Pecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon 2017

Spread the love

MESKI TIDAK TERCATAT secara resmi, Eliud Kipchoge adalah pelari di muka bumi ini yang mencatatkan waktu tercepat ketika berlari 42,195 kilometer. Pada Mei 2017, di proyek Breaking2 yang digagas Nike, pria Kenya ini membukukan waktu 2:00:25 ketika berlari marathon di lintasan Formula One di Monza, Italia. Hasil yang dicapainya mengejutkan dunia lari jarak jauh, khususnya marathon, bahwa batasan berlari 42,195 kilometer di bawah waktu dua jam bukan hal yang mustahil diwujudkan.

“Saya membuktikan pada diri sendiri dan dunia bahwa tiap manusia bisa melewati batasan-batasan yang ada jika berkonsentrasi yan mencitai olahraga,” ujar Kipchoge seperti dikutip dari Runner’s World. “Tetapi memang sangat sulit secara mental dan fisik.”

Kipchoge, 32, tidak berlari selama satu bulan setelah proyek Breaking2 usai. Ia menggunakan waktunya untuk berkumpul dengan teman-teman dan keluarganya, yang jarang ditemuinya selama tujuh bulan mempersiapkan diri menghadapi proyek Breaking2. “Kemanapun saya pergi, banyak yang mengapresiasi apa yang telah saya capai.”

Untuk membuktikan dirinya sebagai pelari marathon tercepat sepanjang masa di dunia, masih ada satu lompatan yang harus dilakukan Kipchoge, dan di Berlin Marathon 2017 mendatang, dirinya berencana menjernihkan perdebatan di dunia lari. “Saya ingin memecahkan rekor dunia,” ujarnya. “Karena itu, saya akan mengejarnya di Berlin Marathon.

Catatan waktu terbaiknya yang resmi adalah 2:03:05, hanya delapan detik lebih lambat dari pemegang rekor dunia Dennis Kimetto yang memiliki catatan waktu 2:02:57. Untuk meraih podium utama di Berlin, Kipchoge harus mengalahkan orang tercepat kedua di dunia marathon, Kenenisa Bekele, dan Wilson Kipsang, mantan pemegang rekor dunia.

“Kami semua adalah bintang di lomba lari marathon. Jadi persaingan bakal sengit,” ujarnya. “Tetapi di akhir lomba, kami akan memiliki satu pemenang. “

Dari intonasi nada saat berbicara, pernyataan yang dikeluarkan Kipchoge mengindikasikan pemenangnya adalah dia.

Ditanya tentang seberapa cepat dirinya akan finish di Berlin Marathon 2017, Kipchoge mengatakan,”Saya tidak ingin mengatakannya, tetapi yang pasti akan memecahkan rekor dunia. Dan itu yang saya inginkan. Pelatih saya tahu mengapa saya pergi ke Berlin dan ia merancang program latihan berdasarkan hal itu.”

Kipchoge memahami jika usaha memecahkan rekor dunia berlari marathon di bawah dua jam (secara resmi) bakal susah dilakukan. Tetapi pengalaman memberikan pelajaran pada dirinya jika adalah hal yang mungkin saja terjadi. “Seorang pria bisa berlari marathon dalam waktu 1:59:00,” ujarnya. “Saya hanya tertinggal 25 detik saja. Jadi itu adalah hal yang mungkin saja diwujudkan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *