Sunday, 22 October 2017

PATTIMURA AQUATHLON 2017: Hargai Pahlawan, Promosikan Pariwisata Indonesia Timur

Spread the love

Jakarta, 1 Juni 2017 – Kodam XVI/Pattimura bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Maluku menggelar Pattimura Aquathlon 2017 pada 15 Juli 2017 di Pulau Saparua. Lomba yang penyelenggaraannya akan berpusat di Benteng Duurstede ini digelar untuk memperingati 200 tahun gugurnya pahlawan nasional Kapitan Pattimura.

“Penyelenggaraan lomba ini adalah salah satu bentuk penghargaan dari masyarakat Maluku terhadap pahlawan nasional serta sebuah acara peringatan terhadap perjuangan yang dilakukan elemen bangsa Indonesia untuk membebaskan diri dari penjajahan,” ujar Rizky Sutjipto, Project Manager Pattimura Aquathlon.

Selain itu penyelenggaraan lomba ini untuk mengulang sukses penyelenggaraan perlombaan serupa sebelumnya, yaitu Triathlon Nusa Laut Adventure pada bulan Oktober 2016 dan Aquathlon Salahutu Adventure pada bulan Desember 2016 yang diselenggarakan Kodam XVI/Pattimura.

Lomba multisport ini akan mempertandingkan dua kategori jarak (short distance dan long distance) yang dibagi dalam enam kategori: short distance – pro, long distance – pro, short distance – open, long distance – open, short distance relay – open, dan long distance relay – open. Di kategori jarak short distance, para partisipan lomba harus menuntaskan fase renang sejauh 750 meter yang ditindaklanjuti dengan fase lari sejauh 7,5 kilometer sebelum masuk garis finish. Sementara di kategori jarak long distance, peserta harus berenang sejauh 1,5 kilometer yang kemudian disusul berlari sejauh 15 kilometer untuk menuntaskan lomba.

Fase renang akan berlangsung di kawasan pantai yang terletak di depan Benteng Duurstede. Ini adalah sebuah perairan dengan permukaan yang tenang serta memiliki air yang jernih dan berwarna biru kehijauan. Sementara untuk lintasan lari, para peserta akan dibawa menyusuri jalan ke sejumlah landmark yang menjadi ikon Pulau Saparua, seperti Benteng Duurstede, Tugu Perjuangan, Rumah Pattimura dan rumah adat Baileo.


Pattimura Aquathlon 2017 menargetkan 750 peserta akan berpartisipasi di lomba ini. Seluruh biaya registrasi yang dibayarkan peserta akan digunakan ke sejumlah sekolah yang ada di Pulau Saparua.

AMBASADOR PATTIMURA AQUATHLON
Pattimura Aquathlon 2017, kata Rizky, telah menunjuk Andy Wibowo dan Inge Prasetyo sebagai atlet yang menjadi ambasador untuk kejuaraan multisport ini. Ada beberapa alasan yang membuat keduanya dipilih.

Pertama, Andy dan Inge merepresentasikan prestasi internasional. Keduanya adalah atlet triathlon Indonesia yang pertama kali lolos ke Ironman World Championship. Andy lolos ke kejuaraan dunia Ironman paling bergengsi setelah menjadi juara kelompok umur saat mengikuti Hefei Ironman 70.3 2016 di China 16 Oktober tahun lalu. Sementara Inge lolos kualifikasi ke kejuaraan dunia ini setelah menjadi juara untuk kategori wanita kelompok umur 35-39 tahun di Taiwan Ironman 2016 yang berlangsung 2 Oktober tahun lalu.

Kedua, dua atlet triathlon ini – Andy dan Inge – dinilai memiliki pengaruh yang besar di dunia olahraga multisport Indonesia serta memiliki jaringan luas. Diharapkan, kata Rizky, partisipasi keduanya di Pattimura Aquathlon 2017 akan menarik lebih banyak peserta dari dalam maupun luar negeri untuk mengikuti lomba ini.

Ketiga, pencapaian keduanya memberikan inspirasi dan teladan bagi masyarakat Indonesia lainnya untuk lebih memperbaiki diri dan menggapai prestasi.

PROMOSIKAN PARIWISATA MALUKU
Penyelenggaraan lomba ini, kata Rizky, juga sebuah upaya untuk memperlihatkan kepada masyarakat Indonesia dan dunia jika wilayah Maluku sudah aman dan layak untuk dikunjungi. “Situasinya sudah sangat berbeda dengan awal tahun 2000-an. Maluku sekarang adalah Maluku yang aman dan nyaman,” ujarnya.

Rizky menambahkan, Pattimura Aquathlon 2017 juga digelar untuk memromosikan potensi pariwisata yang ada di wilayah Indonesia Bagian Timur, khususnya daerah Maluku. “Provinsi ini memiliki potensi wisata yang tidak kalah dengan daerah lainnya. Terdapat pulau-pulau yang indah dengan pantai yang masih alami, bangunan-bangunan bernilai sejarah tinggi, keunikan budaya dan adat istiadat dan segudang cerita tentang kepahlawanan nasional.”

Provinsi Maluku memiliki 1400 lebih pulau baik besar maupun kecil, sebagian besar tidak berpenghuni dan memiliki pemandangan yang indah serta alami. Untuk menjangkau pulau-pulau tersebut semakin mudah dengan adanya pilihan alat transportasi yang disediakan. Saat ini pulau-pulau utamanya sudah dihubungkan dengan pesawat terbang, kapal cepat dan feri sebagai alat transportasi. Sementara untuk mencapai pulau-pulau lainnya bisa dilakukan dengan menggunakan spead boat atau perahu kecil.

“Kami berharap, secara langsung maupun tidak langsung, penyelenggaraan Pattimura Aquathlon 2017 akan membantu menggerakkan perekonomian Maluku, khususnya Pulau Saparua,” tambah Rizky.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *