Thursday, 21 September 2017

Stop Terlalu Banyak Minum Obat Penahan Nyeri

Spread the love

PERNAHKAH ANDA MEMBELI membeli obat penahan nyeri di apotek atau toko obat tanpa memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter bila mengalami keluhan sakit tertentu? Bila pernah, sebaiknya hal itu dipertimbangkan kembali karena berpotensi membuat lebih parah sakit yang diderita. Melansir laman www.thehealthsite.com, sejumlah dampak negatif bisa terjadi bila seseorang terlalu banyak mengonsumsi obat penahan nyeri tanpa pengawasan ahlinya. Inilah daftarnya.

Baca juga: Cara Merawat Nyeri Saat Berada di Rumah

Flu bisa memburuk
Tidak sedikit orang yang mencoba menghilangkan flu yang dideritanya dengan mengonsumsi obat penahan nyeri. Padahal, konsumsi obat yang tak tepat dapat menambah parah flu tersebut. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Prosiding Royal Society B menunjukkan, penggunaan obat penghilang rasa sakit untuk mengendalikan demam flu pada gilirannya dapat memperburuk kondisi si penderita. Penelitian tersebut, dengan bantuan model matematis, menyatakan obat penghilang rasa sakit bisa meningkatkan penularan flu hingga lima persen.

Sakit kepala bertambah parah
Tak hanya flu, sakit kepala juga bisa bertambah parah. Menurut National Institute for Health and Clinical Excellence (NICE), orang yang mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, seperti parasetamol, aspirin, dan ibuprofen untuk menghilangkan sakit kepala akhirnya mengalami sakit kepala yang lebih parah seiring berjalannya waktu. Menurut penelitian tersebut, dampak negatif ini baru terjadi setelah mengonsumsi obat penahan rasa nyeri selama lebih dari 15 hari dalam sebulan.

Baca juga: Cara Alami Meredakan Sakit Kepala Anda

Meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke
Sebuah studi oleh para peneliti dari Rumah Sakit Universitas Kopenhagen, Denmark, menunjukkan, ibuprofen dapat meningkatkan risiko kematian dini pada pasien yang selamat dari serangan jantung. Peserta studi yang telah mengonsumsi setidaknya satu obat NSAID dalam waktu satu tahun hampir 59 persen lebih mungkin meninggal karena serangan jantung atau stroke daripada peserta yang tidak meminumnya.

Menimbulkan depresi lanjutan
Depresi adalah istilah yang biasanya dikaitkan dengan kesedihan yang berkepanjangan dan mungkin stres kronis. Periset telah menemukan, orang yang menggunakan penghilang rasa sakit, seperti analgesik opioid untuk waktu yang lama berisiko tinggi terkena depresi. Peserta studi yang memakai opiod selama lebih dari 80 hari juga memiliki risiko 53 persen lebih tinggi menderita fase depresi baru.

Penyebab kerusakan ginjal
Setiap obat yang diminum dilepaskan dalam aliran darah dan akhirnya dihilangkan setelah disaring dari ginjal. Selama proses filtrasi, obat bisa mengganggu aliran darah ke ginjal. Hal ini bisa menyebabkan reaksi alergi atau bahkan bisa menyebabkan luka langsung pada ginjal. Menurut sebuah penelitian, obat yang diresepkan menyebabkan sekitar 20 persen kasus gagal ginjal akut.

Baca juga: 8 Hal yang Bisa Merusak Hati Anda

GOFITers pernah mengalami hal-hal di atas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *