Awesome!
Thank you, You are now suscribing GOFIT™
hit enter to search
  OR CANCEL
Stres
Sport
Video
08 November 2018
Hiking Efektif Singkirkan Stres

ANDA MUNGKIN pernah merasakannya, tetapi mungkin sedikit mengabaikannya. Ya, hiking bisa membantu Anda meringankan stres. Kombinasi aktivitas aerobik, pemandangan alam yang indah, dan kebebasan untuk berpikir menjadikan olahraga ini adalah salah satu metode efektif untuk menghalau stres yang menyergap diri Anda. Berikut empat hal yang bisa Anda dapatkan dari hiking untuk membantu Anda bebas dari stres.

#1 MERELAKSKAN PIKIRAN

Salah satu hal paling meninjol yang bisa dilakukan hiking untuk meredakan stres adalah kemampuannya menawarkan relaksasi. Meskipun hiking adalah aktivitas aerobik, Anda bisa melakukannya tanpa menggunakan intensitas yang tinggi. Jadi, aktivitas ini bisa memromosikan relaksasi melalui pemgalaman berdekatan dengan alam. American Public Health Association mengonfirmasikan, berada di alam sudah cukup memadai untuk meningkatkan relaksasi, yang membantu menyingkirkan stres.

#2 MENGGERAKKAN TUBUH

Sebagai bagian dari aktivitas aerobik, hiking membantu Anda melepaskan stres. Ya, aktivitas aerobik yang konsisten akan menggerakan (atau menghidupkan) tubuh dan membantu menyingkirkan stres dengan melepaskan hormon yang membuat tubuh Anda merasa relaks. Mereka yang melakukan hiking secara rutin, menunjukkan kadar endorphin dan norepinephrine atau juga disebut noradrenaline yang meningkat. Selain itu, manajemen stres dalam sistem internal tubuh juga ikut terdongkrak. American Psychological Association menekankan jika ilmu pengetahuan masih belum mengetahui apakah faktor-faktor tersebut adalah bagian terpenting bagaimana stres bisa dikurangi dengan aktivitas aerobik. Tetapi semuanya setuju jika aktivitas fisik fisik seperti hiking membantu mengurangi stres melalui satu atau lebih mekanisme kimia.

#3 MENENANGKAN PIKIRAN

Salah satu hal yang membuat hiking membantu meredakan stres adalah kemampuannya membuat Anda merasakan kebebasan berpikir tanpa gangguan. Meski sebagian pendaki cenderung memanfaatkan pendakian mereka untuk menikmati pesona alam yang ada di sekitarnya, sebagian lainnya memanfaatkan kesempatan hiking untuk melakukan kontemplasi. Kombinasi aktivitas aerobik dan pemikiran yang mendalam sangat efektif untuk memperkokoh sistem internal tubuh dalam pengaturan stres ketimbang hanya melakukan latihan fisik saja. Beberapa ahli juga berpendapat, berpikir mendalam ketika melakukan aktivitas fisik bisa meredakan stres sepanjang topiknya bukan pemicu stres.

#4 MENINGKATKAN SEMANGAT

Teknologi moderen memungkinkan para pendaki melakukan aktivitas aerobik (hiking) bersamaan dengan menajalani metode pelepasan stres lainnya: Mendengarkan musik. Buku The Principles and Practice of Stress Management menekankan efektivitas musik sebagai pereda stres, terutama ketika dipasangkan dengan aktivitas aerobik seperti hiking. Tidak hanya menenangkan syaraf, tetapi membantu membangun ritme pendakian yang meningkatkan kualitas aktivitas aerobik. Kombinasi pelepasan endorphin di antara dua aktivitas yang terpisah ini bisa menyingkirkan stres lebih efektif. Manfaat lainnya, mendengarkan musik juga membantu otak berpikir lebih jernih dan merelakskan pikiran. Musik memiliki kemampuan memfokuskan setiap aspek yang digunakan pendaki untuk mengurangi stres.Meski hiking adalah salah satu cara yang baik untuk mengusir stres, sangat penting bagi Anda untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin ketika hiking. Bawa perlengkapan medis dan obat-obatan pribadi, cadangan air, telpon genggam, serta hal-hal lain yang membuat pendakian Anda nyaman dan aman. Dan... jangan membawa apapun yang akan meningkatkan stres, bukan menguranginya.

 

Part 1 of 5
Recommended for you
03 October 2018
ANDA MUNGKIN BERPIKIR tidak memiliki rasa takut adalah modal terbesar untuk melakukan downhill dengan mudah. Tetapi para peneliti Inggris mengatakan, performa Anda ketika bermain mountain bike(MTB) be ....
05 October 2018
JIKA ANDA belum pernah mendengarnya, ini adalah sebuah metode latihan lari yang umum diterapkan untuk menghadapi lomba marathon. Hasil latihan yang dicatatkan, hingga saat ini, diyakini mampu mempredi ....