Awesome!
Thank you, You are now suscribing GOFIT™
hit enter to search
  OR CANCEL
Kesehatan
Sport
Artikel
09 November 2018
Olahraga dan Amarah Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

ANDA MUNGKIN PERLU berpikir dua kali sebelum pergi berlatih di gym atau berolahraga dalam kondisi marah. Sebuah studi yang dirilis di jurnal Circulation mengungkapkan, berlatih dalam kondisi mara mungkin bisa memicu serangan jantung.Untuk studi ini, sedikitnya 12.500 pasien yang mengalami serangan jantung melaporkan apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka lakukan di jam-jam menjelang serangan jantung. Mereka juga melaporkan aktivitas dan kondisi emosi di hari menjelang serangan jantung, sebagai perbandingan.

Ternyata, sebagian besar pasien banyak yang berolahraga dan berada dalam kondisi marah di jam-jam menjelang serangan jantung ketimbang hari sebelumnya. Setelah menganalisa data, para peneliti memperkirakan, perasaan marah menggandakan peluang mengalami serangan jantung, demikian pulan dengan olahraga. Dan jika Anda berlatih sekaligus merasa marah pada saat bersamaan, risiko Anda mengalami serangan jantung meningkat tiga kali lipat.

Mengapa? Latihan yang intensif dan perasaan marah menyebabkan pembuluh darah menyempit, ujar pemimpin penelitian Andrew Smyth, M.D., Ph.D. Hasilnya, pembuluh darah tidak mampu mengangkut cukup banyak darah ke jantung untuk mengirimkan oksigen yang dibutuhkan. Dan inilah yang menyebabkan terjadinya serangan jantung.

Meski penemuan ini cukup menyeramkan, sangat jarang pria sehat di bawah usia 60 tahun mengalami serangan jantung. Merujuk penelitian American Heart Association, hanya tiga persen pria berusia 20-39 tahun dan 3,3 persen pria 40-59 tahun yang pernah mengalami serangan jantung.

Jika Anda berada dalam kelompok umur tersebut tanpa memiliki faktor risiko penyakit jantung, tidak masalah Anda berolahraga dalam kondisi kesal, ujar Dr. Smyth. Manfaat aktivitas fisik, seperti menyingkirkan stres dan meningkatkan kesehatan secara menyeluruh, mengusir risiko serangan jantung pada pria muda yang sehat. Pastikan saja Anda melakukan pemanasan berintensitas rendah, ujar Dr. Smyth.

Aktivitas fisik berintensitas rendah mungkin akan memulai menenangkan Anda, yang berpotensi menyingkirkan rasa kesal serta mengurangi risiko negatif pada sistem kardiovaskular di tubuh Anda. Ketika ini sudah berlangsung, Anda bisa memulai secara bertahap menuju ke latihan yang lebih intensif.

Pria di atas 60 tahun harus lebih waspada karena risiko serangan jantung pada mereka jauh lebih besar. Lebih dari 10 persen pria 60-79 tahun pernah mengalami serangan jantung. Sebagian menyerang pria yang memiliki kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, dan memiliki sejara keluarga yang terkait serangan jantung.Sebelum melakukan pprogram latihan yang baru, bangun kemampuan Anda secara bertahap, ujar Dr. Smyth. Dan berkonsultasilah dengan dokter untuk memastikan jantung Anda cuku kuat untuk menghadapi program latihan tersebut.

Recommended for you
25 June 2018
SETELAH PUASmenikmati periode libur lebaran, kini saatnya Anda kembali ke kantor. Biasanya saat kembali bekerja usai berlibur, Anda mungkin merasa sedikit kurang bersemangat, termasuk dalam urusan p ....
18 July 2018
Salah satu strategi terbik untuk membangun kekuatan fungsional di tubuh Anda dengan menggunakan program latihan yang telah dibuktikan hasilnya oleh Green Beret salah satu unit pasukan khusus Ameri ....