Awesome!
Thank you, You are now suscribing GOFIT™
hit enter to search
  OR CANCEL
Berita
Artikel
05 November 2018
Lelisa Desisa Akhirnya Berhasil Memenangi New York City Marathon

NEW YORK CITY, 5 NOVEMBER 2018 – Pelari Kenya Lelisa Desisa menempati podium utama di New York City Marathon 2018 setelah finish dengan catatan waktu 2:05:59. Rekor yang diukirnya merupakan catatan waktu tercepat kedua sepanjang 48 tahun penyelenggaraan lomba lari marathon Gold Label ini. Mitra latihannya, Shura Kitata, yang membuntutinya hingga tanjakan menuju Tavern on the Green, juga mencatatkan diri sebagai pelari ketiga tercepat di sejarah New York City Marathon setelah finish dengan catatan waktu 2:06:01.

Setelah finish, keduanya sempat terlihat berpelukan dengan pelatih mereka, Haji Adillo Roma. Bagi ketiganya, prestasi ini adalah sebuah hal yang patut dirayakan. Dominasi Lelisa Desisa dan Shura Kita bisa menjadi sebuah indikasi kebangkitan kembali Ethiopia di lomba lari marathon setelah selama bertahun-tahun arena ini didominasi pelari-pelari Kenya. 

Banyak yang salah prediksi soal siapa yang akan menjadi pemenang lomba lari marathon. Sebelum lomba, banyak yang menggunggulkan pelari Kenya Geoffrey Kamworor. Dia adalah juara bertahan, dan teman baik penyandang rekor dunia Eliud Kipchoge.

Hingga kilometer 38,6, bergerak dengan stabil, Kamworor tampaknya bisa mengendalikan persaingan. Tetapi bukan itu yang akan terjadi. Sementara pelari Kenya itu memimpin, Desisa mencoba mencari celah untuk menyelinap ke depan di tiga kilometer terakhir. Desisa dengan sabar menunggu untuk mendapatkan momen terbaik. 

Dari segi statistik, di kilometer 38,6 pace Kamworor melambat menjadi 4:45, setelah berlari di pace 4:29 untuk kilometer 37. Jelas ada sesuatu yang terjadi dengannya. Menjelang kilometer 40,2, Desisa mulai melaksanakan strateginya dan melesat menuju garis finish. 

Desisa paham apa yang dilakukannya dan hanya saat dirinya yakin. Pelari Ethiopia ini dua kali memenangkan dan sangat dicintai di kota tersebut karena mengembalikan medal kemanangannya di 2013 sebagai bentuk dukungan setelah pemboman yang terjadi di tahun itu. Namun dalam lima keiktsertaan, nasibnya jarang beruntung... tiga kali berdiri di podium tanpa merebut posisi pertama,  

“Saya pikir tahun ini adalah saatnya menjadi juara,” ujarnya, usai menjadi juara New York City Marathon 2018. “Di New York, saya adalah nomor 2, nomor 3, satu kali tidak menyelesaikan lomba, dan kembali nomor 3. Tahun ini saya memutuskan jadi juara. Saya lelah mengejar juara di lomba lari marathon ini. Ini adalah impian saya.”

Recommended for you
25 June 2018
SETELAH PUASmenikmati periode libur lebaran, kini saatnya Anda kembali ke kantor. Biasanya saat kembali bekerja usai berlibur, Anda mungkin merasa sedikit kurang bersemangat, termasuk dalam urusan p ....
18 July 2018
Salah satu strategi terbik untuk membangun kekuatan fungsional di tubuh Anda dengan menggunakan program latihan yang telah dibuktikan hasilnya oleh Green Beret salah satu unit pasukan khusus Ameri ....