Thursday, 21 September 2017

5 Cara Bersepeda Makin Cepat (dan Menyenangkan) di Tanjakan

Spread the love

ANDA PASTI PAHAM perasaan ‘terbakar’ di kaki yang Anda dapatkan saat baru 10 menit menghajar lintasan menanjak. Seharusnya, itu tidak Anda alami. Itu adalah cara kaki mengatakan jika Anda memulai dengan upaya yang terlalu keras. Dan jika tidak hati-hati, Anda bisa habis sebelum mencapai puncak tanjakan. Dan ini bukan hal yang bijaksana. Terdapat cara-cara yang lebih baik.
Kesalahan terbesar pesepeda ketika menghadapi lintasan menanjak adalah mereka berupaya keras terlalu dini, meski kadang tidak bermaksud seperti itu. Mengapa? Karena mereka beranggapan kaki masih dalam kondisi segar dan detak jantung masih rendah. Tetapi ingat, ketika Anda meningkatkan intensitas, tidak butuh waktu lama untuk menghasilkan lebih banyak asam laktat ketimbang kemampuan tubuh membersihkan dan menggunakannya. Dan ketika Anda memaksa kemampuan melewati batasnya, sangat sulit untuk memulihkan diri saat Anda masih berjuang melawan gaya gravitasi. Akibatnya, kecepatan Anda jauh melambat, Dan ini bukan hal yang bagus. Berikut cara membuat setiap kayuhan pedal Anda di setiap tanjakan bisa menjadi lebih cepat dan menyenangkan.

Baca juga: 5 Kesalahan yang Dilakukan Pesepeda Pemula

1 UBAH GIGI 
Terdengar sangat jelas. Tapi banyak pesepeda menghadapi lintasan menanjak dengan menggunakan gigi besar. Ketika Anda menggunakan gigi tinggi, kaki Anda akan menggunakan serat otot kedut cepat, yang memboroskan energi lebih cepat ketimbang serat otot kedut lambat yang seharusnya diutamakan jika menyangkut ketahanan. Penggunaan serat otot kedut cepat akan membuat asam laktat menumpuk lebih cepat, demikian pula dengan kelelahan. Cari gigi yang mungkinkan Anda putaran kayuhan pedal Anda di angka 70 putaran per menit. Dan pastikan cadence Anda selalu di kisaran angka tersebut.

Baca juga: 6 Rahasia Performa Pesepeda Profesional

2 BANGKITKAN OTOT PERUT
Anda akan melibas tanjakan lebih cepat dan menunda rasa lelah datang lebih lama jika upaya Anda membawa sepeda mendaki tidak hanya mengandalkan otot-otot kaki saja. Tekuk siku, luruskan punggung, rendahkan torso, dan tarik otot-otot tubuh bagian utama (perut) untuk memaksimalkan tenaga kayuhan tanpa membuat asam laktat menumpuk di kaki.

Baca juga: 6 Cara Taklukkan Tanjakan

3 TETAP DUDUK DI SADEL
Berdiri untuk meregangkan kaki dan menambah tenaga kayuhan ketika lintasan mulai menanjak memang bagus. Tetapi langkah ini juga meningkatkan detak jantung dan menggunakan energi 10 persen lebih banyak. Jadi, hanya gunakan posisi berdiri sesekali saja.

Baca juga: 7 Cara Bersepeda Bikin Anda Makin Sehat

4 UBAH POSISI DUDUK DI SADEL
Jaga agar otot-otot tubuh Anda yang digunakan untuk mengayuh pedal sepeda di tanjakan tetap segar dengan mengubah posisi duduk di sadel. Jika Anda paha mulai terasa ‘terbakar’, dorong pantat lebih ke belakang di sadel dan ambil paksa mengambil tenaga ungkit lebih banyak dari pantat.

Baca juga: 5 Tip Bersepeda Jarak Jauh

5 KATAKAN SESUATU
Anda harus melibas tanjakan di ambang batas kemampuan yang tepat, yang berada di ambang batas atas yang bisa Anda pertahankan. Jika menggunakan skala 1 hingga 10, ini berada di kisaran 7-8. Untuk mengetahui apakah Anda berada di ambang batas tersebut, bukan mulut Anda dan katakan sesuatu. Jika Anda masih bisa berbicara dalam frase pendek, namun tidak lama, berarti Anda telah berada di ‘posisi’ yang tepat. Jika Anda hanya bisa terengah-engah, berarti Anda memaksa kemampuan terlalu keras. Simpan itu untuk garis finish.

Baca juga: 7 Hal Penting yang Wajib Diketahui Pesepeda Pemula

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *