Thursday, 21 September 2017

5 Aturan Makan Atlet-Atlet Elit Olahraga Ketahanan

Spread the love

MATT FITZGERALD adalah ahli diet bersertifikat, nutrisionis, penulis, dan pelatih ratusan atlet melalui TrainingPeaks dan platform lainnya. Penelitian terakhirnya menggali lebih dalam tentang bagaimana atlet-atlet elit olahraga ketahanan makan dan bagaimana atlet-atlet rekreasi bisa mengambil kebiasaan para profesional. Selama bekerja dengan para atlet elit olahraga ketahanan, Fitzgerald melihat sebagian besar dari mereka membagikan lima kebiasaan, yang disampaikannya di sebagian besar buku terbarunya, The Endurance Diet.
“Ini cara makan yang alami dan berkelanjutan. Selain itu, tidak sulit untuk dilakukan,” ujarnya. Dan berikut ini kebiasaan-kebiasaan mereka

1 ANDA BISA MAKAN APAPUN
“Diet yang melibatkan makanan dari jenis apapun merupakan pilihan terbaik untuk atlet-atlet olahraga ketahanan,” ujar Fitzgerald. Artinya, terlalu membatasi jenis makanan terhadap rancangan pola makan justru bisa merusak target Anda.
Meski sebagian orang mungkin bisa mempertahankan atau meningkatkan performa ketika menerapkan diet paleo atau memilih menjadi vegetarian, hal ini tidak berlaku secara umum. Ada sisi psikologis dalam hal ini.

2 MAKAN UNTUK KEGEMBIRAAN
“Hal yang sering terjadi, para atlet rekreasional justru melakukan hal-hal yang justru membuat mereka menderita, dan itu sama seperti mengonsumsi makanan yang tidak sehat,” ujar Fitzgerald. “Saya tidak pernah menemukan atlet olahraga ketahanan yang menyiksa diri mereka melalui diet dan sukses dalam jangka panjang. Anda akan mendapatkan hasil yang lebih baik jika Anda gembira!”
Salah satu kesalahan terburuk yang dilihat Fitzgerald pada atlet-atlet rekreasional adalah kecenderungan mereka membatasi jumlah kalori yang masuk ke tubuh, merasa tidak bahagia dengan hal itu, lalu berpesta makan untuk menebusnya – dan selalu mengulang rangkaiannya. Ketika menyangkut atlet alit, tidak seorangpun membatasi jumlah kalori atau porsi yang mereka makan. Mereka sadar terhadap porsi makan, namun mengandalkan keinginan untuk makan (dan kebahagiaan) untuk mengatur pola makan mereka.

3 PERTIMBANGKAN MAKANAN BERKUALITAS
“Diek berkualitas tinggi, sesuai definisinya, cenderung mengurangi risiko penyakit,” ujar Fitzgerald. Jika Anda menjaga diet dengan makanan-makanan bekualitas tinggi dan hanya sedikit melibatkan makanan-makanan berkualitas rendah, ini adalah sinyal keberhasilan diet.
“Pikirkan apakah sejenis makanan akan meningkatkan atau menurunkan kesehatan Anda,” tambahnya. Secara umum kita mengetahui makanan-makanan berkualitas tinggi dan menyehatkan di antaranya adalah buah-buahan, sayuran, protein (yang bersih), dan lemak sehat.
Namun tidak berarti Anda harus meninggalkan kue-kue kering. Menurut Fitzgerald, dirinya tidak melihat seorang atlet yang sangat terikat dengan diet makanan berkualitas tinggi secara sempurna.
“Makanan berkualitas rendah memiliki citarasa yang lezat,” ujarnya. “Dan menambahkannya ke dier Anda akan memudahkan Anda memelihara rancangan pola makan berkualitas tinggi dalam jangka panjang.”

4 KONSUMSI KARBOHIDRAT
“Saya melihat dikotomi yang unik antara bagaimana para pembalap sepeda (di area ketahanan) profesional makan dan bagaimana populasi di dunia atletik makan,” ujar Fitzgerald. “Sebagian besar yang dilakukan para atlet elit tidak dilakukan atlet rekreasional. Dan memelihara diet yang terpusat pada karbohidrat adalah salah satu hal tersebut.”
Fitzgerald menjelaskan, diet yang berpusat pada karbohidrat artinya makanan-makanan sumber karbohidrat seperti nasi atau biji-bijian harus ada di sebagian besar hidangan utama atau cemilan. Dan itu tidak harus tinggi karbohidrat, tetapi harus ada. Fitzgerald melihat banyak atlet rekreasional pendekatan tinggi lemak, dan rendah hingga tanpa karbohidrat. Tapi selama selama beberapa generasi, atlet olahraga ketahanan papan atas selalu mengutamakan dan menikmati karbohidrat.
“Banyak penelitian terkait hal ini menyokong gagasan jika atlet olahraga ketahanan memerlukan karbohidrat, dan mengurangi tipe makanan ini bisa menurunkan performa mereka,” ujarnya.

5 SESUAIKAN DENGAN DIRI ANDA
Hanya karena Anda harus mengikuti kebiasaan ini, bukan berarti diet yang Anda terapkan harus menyerupai yang yang dikonsumsi Chris Froome atau pelari elit Kenya. “Tidak ada dua atlet olahraga ketahanan yang mengonsumsi makanan atau menerapkan rancangan pola makan yang sama,” ujar Fitzgerald. “Hanya saja, mereka mengonsumsi versi berkualitas tinggi dari pola makan yang normal.
Jadi, ketika Fitzgerald meneliti peski Kanada, ia menemukan jika diet mereka bersih, namun sangat menonjolkan ciri khas Kanada. Hal yang sama juga dilihat Fitzgerald pada pembalap-pembalap sepeda profesional Spanyol. Hidangan yang mereka konsumsi rata-rata makanan berkualitas tinggi, namun jenisnya tergantung selera masing-masing pembalap sepeda. Begitu juga yang terjadi pada pelari-pelari jarak jauh Kenya.
Perbedaan genetika juga berarti perbedaan reaksi terhadap makanan. Jadi, untuk makanan-makanan tertentu mungkin menyebabkan masalah pada saluran pencernaan, sementara bagi yang lain mungkin sangat tergantung pada makanan-makanan tersebut. Rancangan pola makan yang Anda terapkan memang harus cocok untuk tubuh Anda, tentu saja dengan penekanan pada pengonsumsian makanan berkualitas tinggi dari tiap kategorinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *