Thursday, 21 September 2017

5 Alasan Anda Tidak Mendapatkan Hasil Maksimal di Gym

Spread the love

JIKA OTOT-OTOT tubuh terasa nyeri tiap sesi latihan, dan perkembangan hasil latihan tidak menunjukkan hal yang signifikan, sangat mudah bagi Anda untuk merasa frustasi dalam prosesnya. Bagi banyak orang, perkembangan yang terlalu ‘kecil’ ini memudahkan mereka untuk segera ‘pensiun’ berlatih. Ya, proses pembangunan otot memang berjalan lamban. Namun sebagian besar orang menggunakan caranya sendiri, yang membuat prosesnya makin susah ketimbang seharusnya. Lima hal berikut ini akan membantu Anda membenahi ‘kelemahan’ program latihan Anda dan mendekatkan Anda pada target.

1 MEMPRIORITASKAN LATIHAN YANG SALAH
Gerakan latihan isolasi, yang hanya bekerja pada salah satu bagian tubuh, lebih baik dilakukan di akhir sesi latihan untuk memaksa otot dalam kondisi hypertrophy, sebuah keadaan kelelahan yang merangsang otot untuk berkembang. Namun melewatkan sebagian besar waktu di gym untuk melakukan gerakan latihan isolasi dengan berbagai variasi bukan tindakan yang efisien. Lebih baik jika Anda memulai dengan melakukan gerakan latihan yang kompleks seperti squat dan deadlift. Mengapa? Karena tubuh membutuhkan lebih banyak serat otot untuk melakukan gerakan latihan seperti ini. Selain menarget otot yang Anda incar, gerakan-gerakan latihan yang kompleks seperti ini akan membantu membangun kekuatan total-body.

2 KECEPATAN REPETISI TIDAK TEPAT
Kecepatan repetisi yang Anda butuhkan untuk ‘membakar’ serat otot tergantung pada target Anda. Jika Anda ingin membangun otot, Anda perlu menempatkan otot dalam tekanan sekitar 40-70 detik untuk tiap setnya. Ini akan memberikan waktu bagi otot mengembalikan aliran darah, memompanya lebih efisien ketimbang repetisi yang cepat. Jika Anda berlatih untuk kekuatan, aturan berubah. Durasi otot dalam tekanan diturunkan hingga hanya berada di kisaran 20-40 detik untuk serat otot kedut cepat yang bekerja. Dalam kedua hal ini, pilih kecepatan repetisi yang dugunakan dan pertahankan sepanjang set. Mempercepat repetisi di tengah perjalanan bisa mengirimkan pesan yang berbeda pada otot dan membuat rancangan latihan Anda berantakan.

3 ANDA TERLALU SIBUK DENGAN SMARTPHONE
Anda mungkin hanya melewatkan waktu di gym 3-5 jam tiap minggu. Jadi gunakan buku catatan dan singkirkan smartphone. Bermain dengan smartphone di gym tidak hanya ‘mengganggu’ orang lain, tetapi juga mengalihkan fokus Anda dari latihan. Waktu di antara set sebaiknya Anda gunakan untuk mengganti berat beban dan menenggak air. Kent State University menemukan, melakukan chatting dalam sesi latihan di gym mengurangi detak jantung, dan membutuhkan waktu istirahat lebih lama ketimbang yang seharusnya. Ada alasan lainnya lagi mengapa sebaiknya Anda ‘meninggalkan’ smartphone ketika berlatih. Sebuah studi dari Clinical Journal of Sports Medicine menemukan, dumbbell membawa kuman 365 kali lebih banyak ketimbang dudukan toilet. Dan jangan ambil peluang untuk memindahkan kuman ke smartphone Anda. Tinggalkan smartphone di tas dan fokuskan diri Anda pada latihan.

4 MENU MAKAN ANDA KURANG TEPAT
Nutrisi yang baik bukan sekadar dada ayam yang Anda konsumsi usai latihan. Meski banyak orang berlatih sebelum sarapan untuk memaksimalkan pembakaran lemak tubuh, namun Anda harus memahami, hal itu hanyalah mitos. Jurnal Sports Medicine melaporkan, berlatih dalam kondisi perut kosong dan baru kemudian makan usai melakukan aktivitas fisik justru bisa mengatar Anda menyimpan lemak di tubuh lebih banyak di sepanjang hari.

5 ANDA TIDAK MENCATAT PERKEMBANGAN LATIHAN
Ingat buku catatan yang Anda bawa? Gunakan. Berlatih di gym dan melakukan hal-hal yang tidak Anda kendalikan tidak akan memberikan hasil latihan yang signifikan. Anda butuh fondasi yang dibangun sebelum memulai. Ketika Anda pergi ke gym dengan perencanaan dan keinginan untuk lebih kuat ketimbang sebelumnya, Anda harus melakukan pencatatan apa yang Anda lakukan dan sampai sejauhmana hasilnya. Sebagian rancangan latihan berdurasi 4-12 minggu. Meski Anda hanya melakukan pengukuran yang sederhana, hal tersebut tetap penting untuk dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *