Sunday, 22 October 2017

4 Hal yang Diderita Otak Saat Anda Berhenti Berolahraga

Spread the love

LEMAK YANG KEMBALI menumpuk di tubuh bukan satu-satunya hal yang harus khawatirkan ketika meninggalkan jadwal latihan olahraga. Asal Anda tahu, lebih banyak sel otak yang diaktifkan ketika Anda melakukan aktivitas fisik ketimbang hal lainnya. Bahkan absen berolahraga selama 10 hari saja akan membuat Anda moody, mudah marah, gelisah, dan bahkan sering lupa. Berikut empat hal yang terjadi saat Anda mulai mengabaikan olahraga.

#1 SUASANA HATI ANDA TERPURUK
Sejumlah penelitian menegaskan, lari, bersama dengan aktivitas kardio lainnya, bisa sama efektifnya dengan obat-obatan antidepresi untuk meningkatkan suasana hati Anda. Tubuh Anda memroduksi endorphin – hormon yang membuat Anda merasa nyaman – ketika Anda melakukan aktivitas fisik, bersama dengan komponen pendorong kegembiraan lainnya seperti serotonin, dopamine, norepinephrine, endocannabinoid, dan banyak lagi.
Tambahan, penelitian di New England Journal of Medicine menegaskan, aktivitas fisik mendongkrak produksi protein yang disebut myokine, yang membantu melindungi otak dari stres yang memicu depresi. Jadi… ketika berhenti berlatih, Anda kehilangan pengaruh yang disebabkan mood booster ini. Dan mungkin berakhir dengan rasa terpuruk.
Dan ini fakta yang bisa Anda pelajari: Ketika 40 orang yang rutin berolahraga berhenti latihan selama dua minggu, mereka mencatatkan skor yang burut dalam uji suasana hati yang mengukur depresi, tegangan, dan kemarahan ketimbang mereka yang terus rutin berlatih, tulis laporan sebuah penelitian di Psychosomatic Medicine.

#2 ANDA KESULITAN KONSENTRASI
Sebuah review dari penelitian yang dipublikasikan di British Medical Journal menyimpulkan, meski hanya melakukan berlari dalam durasi singkat – 10-40 menit – hal ini langsung memberikan dampak berupa peningkatan konsentrasi. Ha ini terjadi karena peningkatan aliran darah ke darah. Kondisi ini mungkin juga terkait dengan meningkatnya komponen kimia seperti endorphin dan hormon lainnya dalam darah di tubuh Anda, yang menjaga otak Anda berfungsi maksimal, papar para peneliti berspekulasi. Jadi, ketika Anda berhenti berlari, aliran darah dan komponen-komponen kimia tersebut juga berkurang, yang bisa membuat Anda kurang berkonsentrasi.

#3 KEMAMPUAN MEMORI ANDA TERGANGGU
Ketika para peneliti dari University of Maryland memindai otak atlet-atlet berumur yang bugar, mereka menemukan bahwa aliran daran ke otak – khususnya bagian hippocampus, sebuah struktur yang terlibat dalam belajar dan memori – menurun secara signifikan setelah tidak berlatih selama 10 hari.
Dalam studi ini, berkurangnya aliran darah tidak berhubungan dengan berkurangnya fungsi otak. Tetapi penelitian lain mengaitkan berkurangnya aliran darah ke hippocampus dengan pelemahan fungsi kognitif dan Alzheimer’s. Mungkin saja berkurangnya aliran darah ke otak menyebabkan makin silit untuk mempelajari atau membangun memori baru.
Selain itu, tubuh juga memroduksi lebih sedikit protein yang disebut cathepsin B ketika Anda berhenti berolahraga, ungkap sebuah penelitian di Cell Metabolism. Komponen ini disebut mampu meningkatkan kemampuan memori Anda.

#4 KECERDASAN ANDA BERKURANG
Dalam sebuah penelitian di Finlandia, para ilmuwan meneliti 10 pasangan kembar identik yang rutin berolahraga. Salah satu dari pasangan kembar itu tetap aktif secara fisik – berlatih dua kali seminggu – sementara salah satunya lebih sedikit latihannya. Setelah tiga tahun, yang aktif berolahraga memiliki gray matter (jaringan di otak yang menjadi kunci untuk memroses informasi) lebih banyak ketimbang pasangan kembarnya.
Latihan memperkuat semua bagian jaringan otak, termasuk gray matter. Ini membuat otak Anda lebih tahan stres dan penuaan. Jadi, jika Anda berhenti latihan, gray matter Anda akan menghadapi masalah – mungkin memberikan problem bagi otak untuk memroses informasi dan berpikir kritis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *