Thursday, 21 September 2017

3 Kiat Berlari Makin Cepat

Spread the love

ANDA MUNGKIN telah berlatih dengan maksimal – mencoba berbagai metode latihan, menerapkan pola makan yang tepat, dan beristirahat dengan memadai. Namun di lintasan lari, kecepatan ayunan kaki Anda masih jauh di bawah para pelari profesional. Tidak perlu heran. Hasil penelitian terbaru menunjukkan permasalahan ini berada di luar kekuasaan Anda.
Struktur kerangka kaki dan pergelangan kaki antara sprinter (pelari cepat) dan bukan sprinter sangat berbeda secara signifikan, ujar laporan sebuah studi yang dipublikasikan Proceedings of the Royal Society B. Para peneliti menganalisis MRI 16 pria (8 sprinter, 8 subyek kontrol) dan menemukan bahwa sprinter bukan hanya memiliki tendon Achilles 12 persen lebih pendek ketimbang mereka yang bukan pelari cepat, tapi mereka juga memiliki tulang yang lebih panjang pada telapak kaki bagian depan.
Hal yang menarik dari temuan adalah masih belum diketahui apakah sprinter memang terlahir seperti ini atau karena tubuh mereka beradaptasi dengan cara mereka berlatih saat mereka dewasa, ujar Josh Baxter, penulis studi dan mahasiwa doktoral di Penn State.
“Namun yang bisa diketahui, perbedaan kecil ini menempatkan otot-otot mereka dalam posisi lebih baik untuk menghasilkan kekuatan,” tambah Baxter. “Dan hal ini memainkan peran penting dalam hal seberapa cepat akselerasi mereka.”
Tapi hanya karena Anda tidak punya keuntungan yang sama seperti para profesional, bukan berarti Anda harus menyerah pada intensitas tingginya latihan Anda. Meski tidak secepat para sprinter profesional, Anda masih bisa meningkatkan kemampuan Anda. Dan tiga hal berikut ini yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kecepatan dan performa ketika melakukan sprint.

1 MEMPERBAIKI POSTUR TUBUH
Jika sebagian besar waktu Anda dilewatkan dengan duduk di kursi kerja, postur tubuh Anda kemungkinan besar terpengaruh karenanya. Dada jadi lebih ketat, punggung lemah, dan bahu cenderung melengkung ke depan. Hasilnya: Gerakan Anda ketika melakukan sprint menjadi kurang efisien. Memperbaiki postur tubuh akan membantu Anda serta memungkinkan bergerak dalam rangkaian yang penuh. Jika Anda belum siap untuk berganti meja kerja model berdiri – yang secara signifikan bisa meningkatkan postur tubuh – sebaiknya Anda melakukan peregangan di setiap waktu dimiliki. Selagi di kursi, gapai tangan ke atas kepala dan putar bahu Anda kebelakang. Atau coba berdiri, ambil napas dalam-dalam, dan tahan untuk beberapa detik. Langkah-langkah ini membantu melemaskan semua otot yang melekat pada tulang rusuk dan pinggul.

2 KOORDINASI DAN HARMONISASI
Ketika sedang melakukan sprint, semuanya bekerja bersamaan dalam harmonisasi yang sempurna. Jadi, irama dan kordinasi adalah kuncinya. Seringkali gerakan dimulai dengan lengan yang mendorong secara eksplosif. Untuk mendapatkan lengan yang bisa disinkronisasikan dengan kayunan kaki Anda, Anda bisa berlatih gerakan hip-to-lip. Ambil posisi berdiri split dan jaga bahu Anda agar tetap relaks – posisikan satu tangan di ketinggian dagu dan tangan yang lainnya dengan pinggul Anda. Kemudian dorong lengan Anda ke bawah dan belakang (seperti gaya melakukan sprint) secepat yang Anda bisa selama 10 detik. Pada saat bersamaan lakukan hal yang sama dengan mengayunkan kaki Anda di tempat. Istirahat 20 detik dan ulangi latihan ini beberapa kali untuk mendapatkan gerakan yang sempurna. Teknik sederhana ini mengajarkan Anda bagaimana memindahkan beban tumpuan dan membantu Anda mengembangkan kemampuan mendistribusikan kekuatan yang dibutuhkan saat berlari cepat.

3 TINGKATKAN SECARA BERTAHAP
Jika sprint adalah aktivitas baru bagi Anda, lakukan peningkatan kemampuan secara bertahap. Anda tidak mungkin langsung melakukan sprint sejauh 100 meter. Anda perlu membuat tubuh beradaptasi pada pola ekplosif otot-otot Anda yang mengendur dan mengencang. Jadi untuk mengembangkan serat otot kedut cepat, mulai aktivitas baru Anda ini dari yang hal kecil dan lakukan dengan cara Anda. Lakukan pemanasan yang memadai. Setelah itu lakukan sprint sejauh 10 meter. Lakukan dengan upaya maksimal. Seiring perkembangan waktu, tingkatkan jarak sprint yang Anda tempuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *