Thursday, 21 September 2017

11 Tip Bersepeda Lebih Baik

Spread the love

INGIN MENJADI PESEPEDA yang lebih baik? Pertama, bersepedalah. Tiap kali mengayuh pedal, secara lamaiah Anda akan meningkatkan kemampuan. Tentu saja, tip, trik, atau nasehat dari mereka yang berpengalaman akan membantu Anda mempelajari sesuatu yang tidak Anda dapatkan selama bersepeda bertahun-tahun. Seperti 11 hal berikut yang dibeberkan oleh mereka yang berkecimpung secara profesional di dunia sepeda.

Baca juga: Tingkatkan Kemampuan Bersepeda Jarak Jauh

NO. 1
Untuk menghindari nyeri otot dan kelelahan, jangan membungkukkan bahu. Miringkan atau gerakan kepala tiap beberapa menit untuk mencegah ketengan pada otot leher. Lebih baik lagi: Berhenti menikmati pemandangan daerah yang Anda lalui.

NO. 2
Dengan menggerakkan pantat ke belakang dan ke depan pada sadel, Anda akan mempekerjakan kelompok otot yang berbeda. Tindakan ini – yang memberi kesempatan sejumlah otot beristirahat ketika yang lainnya bekerja – sangat berguna ketika Anda menempuh lintasan menanjak yang panjang. Menggerakkan pantat ke depan akan menekankan penggunaan otot-otot paha, sementara mundur ke belakang akan fokus pada hamstring pada hamstring dan otot-otot pantat.

NO. 3
Jika Anda tidak nyaman mengangkat kedua tangan dari handlebar, setelah menarik arm warmer turun dengan tangan yang berlawanan, gunakan gigi Anda untuk menarik semua bagian melewati pergelangan tangan dan terlepas dari lengan.

NO. 4
Jangan terlalu banyak menggerakkan tubuh bagian atas. Jadikan punggung sebagai tumpuan, dengan membiarkan sepeda dari satu sisi ke sisi lain di bawahnya.

Baca juga: Bersepeda Makin Cepat di Tanjakan

NO. 5
Jaga posisi bahu Anda agar selalu berada di belakang poros roda depan. Terlalu banyak beban tubuh berada di depan akan menyulitkan Anda mengendalikan sepeda dan bisa menyebabkan roda belakang terangkat dari permukaan lintasan.

NO. 6
Tarik handlebar dengan gerakan rowing untuk melawan kekuatan tenaga kaki Anda. Ini akan membantu mendistribusikan energi ke pedal ketimbang ke gerakan-gerakan yang sia-sia.

NO. 7
Jika Anda tidak memiliki kesempatan untuk memperlambat kecepatan saat melewati rintangan seperti rel kereta api atau lubang di jalanan, tarik handlebar ke atas untuk mengangkat roda depan. Anda mungkin masih bisa merusak roda belakang, tapi mungkin Anda akan mencegah dampak di depan yang bisa menyebabkan kecelakaan.

Baca juga: 6 Tip Bersepeda dalam Group Ride

NO. 8
Waspada saat bergerak maju pada sadel dan membungkukkan punggung ketika Anda lelah. Pindah ke gigi tinggi dan berdiri di pedal secara periodik untuk mencegah ketegangan pada pinggul dan punggung.

NO. 9
Kondisikan genggaman Anda dalam posisi rileks. Di lintasan yang mulus, coba berlatih untuk mengulurkan tangan ke handlebar. Ini tidak hanya membantu mengurangi ketegangan otot, namun juga mengurangi getaran dari jalan yang ditransfer ke tubuh Anda.

Baca juga: Cara Melakukan Drafting dalam Sebuah Paceline

NO. 10
Secara periodik ubah posisi tangan Anda di handlebar. Pegang bagian terbawah handlebar ketika melaju di turunan dan di kecepatan tinggi. Di tanjakan yang panjang, bagian atas handlebar untuk duduk tegak dan buka dada untuk memudahkan bernapas. Ketika berdiri, pegang bagian atas handlebar dan goyangkan sepeda dari satu sisi ke sisi lainnya sesuai irama kayuhan pedal. Tapi pastikan menjaga ibu jari dan sebuah jari selalu melingkar di handlebar untuk membantu Anda mencegah kehilangan kendali terhadap sepeda menghadapi benturan tidak terduga.

NO. 11
Lebar handlebar sebaiknya sama dengan lebar bahu. Bukaan yang lebar pada handlebar akan memudahkan Anda bernapas. Sementara bukaan yang sempit pada handlebar akan meningkatkan sisi aerodinamis. Pilih salah satu yang sesuai dengan karakter bersepeda Anda. Posisikan sudut handlebar hingga bagian bawahnya sejajar dengan permukaan lintasan, atau sedikit mengarah ke bawah, mengarah ke hub belakang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *